Sejarah Kecepatan Akses Internet
Selamat pagi-siang-sore-malem agan-sista sekalian... sebelumnya ane mu ngucapin terimakasih buat agan-agan sekalian yang dah mau nyimpang bentar ke blog ane, and spesial terimakasih buat Bpk. Galih yang dah menginspirasi ane buat "Tulis-Tulas" lagi di dunia maya ini :) :) :)
![]() |
| Add caption |
Agan-sista sekalian mungkin dah gak aneh sama kata "Internet", coz dalam kehidupan kite serasa gak lengkap low gak update status dalam sehari.. ups, kok mlah jadi curah.. hehe :P
mungkin agan sista sekalian pernah baca ato denger tentang gmna seh sejarah internet itu.. dari muali dulunya sebagai sarana militer hingga sekarang menjadi multi fungsi dari mulai edukasi, sosia, multimedia, sampai di gunakan untuk tujuan komersil.
Dalam ber internet agan-sista pasti sangat tergantung dengan kecepatan akses internet. tapi tau gak gan?, secara gak sadar kecepatan transper ini dah di pikirin dari jaman Alexander Graham bell, yaitu gmna caranya seseorang dapat bertukar informasi dengan waktu secepat mungkin bahkan dengan jarak yang sangat jauh.
Arti dari Kecepatan Akses Internet menurut Wikipedia
adalah kecepatan transfer data pada saat melakukan akses melalui jalur internet. Terdapat dua macam kecepatan akses internet, yaitu downstreamdan upstream. Downstream merupakan kecepatan pada saat kita mengambil data – data dari server internet ke komputer kita. Misalnya, saat kita masuk ke search engine, browsing, dan lain – lain. Adapun upstream adalah kecepatan transfer data yaitu saat kita mengirimkan data dari komputer ke server. Baik downstream maupun upstream memiliki satuan kecepatan transfer data yaitu bps bit per sekon. Artinya, banyaknya bit data yang dipindahkan dari satu komputer ke komputer lain tiap detiknya.
Kecepatan akses internet dihitung dari jumlah data yang dikirim dalam satuan waktu. Jika kita mengirim 1kb file/detik, berarti kita telah mengirim 1.000 byte, dengan 1 byte = 8 bit maka data yang dikirim sama dengan 8.000 bit = 8 kbps kilo bit per sekon. Untuk satuan yang lebih besar mengggunakan Mbps mega bit per sekon berarti 1000 kbps.
adalah kecepatan transfer data pada saat melakukan akses melalui jalur internet. Terdapat dua macam kecepatan akses internet, yaitu downstreamdan upstream. Downstream merupakan kecepatan pada saat kita mengambil data – data dari server internet ke komputer kita. Misalnya, saat kita masuk ke search engine, browsing, dan lain – lain. Adapun upstream adalah kecepatan transfer data yaitu saat kita mengirimkan data dari komputer ke server. Baik downstream maupun upstream memiliki satuan kecepatan transfer data yaitu bps bit per sekon. Artinya, banyaknya bit data yang dipindahkan dari satu komputer ke komputer lain tiap detiknya.
Kecepatan akses internet dihitung dari jumlah data yang dikirim dalam satuan waktu. Jika kita mengirim 1kb file/detik, berarti kita telah mengirim 1.000 byte, dengan 1 byte = 8 bit maka data yang dikirim sama dengan 8.000 bit = 8 kbps kilo bit per sekon. Untuk satuan yang lebih besar mengggunakan Mbps mega bit per sekon berarti 1000 kbps.
Dial – Up
Jaringan telepon sudah merambah makin luas, sehingga kita dapat mengoneksikan komputer dengan internet. Cara menghubungkan komputer ke internet menggunakan kabel telepon sering disebut Dial – Up. Dial-Up melalui jalur PSTN (Public Switched Telephone Network) akan menghubungkan kita ke ISP Telkom. Koneksi ke Dial-Up ini umumnya digunakan pribadi-pribadi yang ingin menghubungkan internet dari rumah. Komputer yang digunakan biasanya komputer tunggal (bukan merupakan jaringan komputer). Kecepatan akses internet menggunakan Dial-Up dapat mencapai maksimal dengan kecepatan 56 Kbps.
DSL
Asymetric Digital Subcriber Line (ADSL) adalah suatu teknologi modem yang bekerja pada frekuensi 34 kHz – 1.104 kHz. Inilah penyebab utama perbedaan kecepatan transfer data antara modem dan ADSL dengan modem konvensional yang bekerja pada frekuensi kurang dari 4 kHz . Keunggulan ADSL yaitu memberikan kemampuan akses internet berkecepatan tinggi dan suara / fax secara simultan (di sisi pelanggan dengan menggunakan splitter untuk memisahkan saluran telepon dan saluran modem).
GPRS
GPRS (General Packet Radio Service), adalah komunikasi data dan suara yang dilakukan dengan menggunakan gelombang radio. GPRS memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan data dan suara pada saat alat komunikasi bergerak (mobile). Sistem GPRS dapat digunakan untuk transfer data (dalam bentuk paket data yang berkaitan dengan e-mail, data gambar (MMS), dan penelusuran (browsing) internet. Layanan GPRS dipasang pada jenis ponsel tipe GSM dan IS-136, meskipun jaringan GPRS saat ini terpisah dari GSM dalam teorinya GPRS menjanjikan kecepatan mulai 56 kbps – 115 kbps, sehingga memungkinkan akses internet , serta pengiriman data multimedia ke komputer, notebook dan handheld komputer.
3G
3G adalah third generation technology yang mengacu kepada perkembangan teknologi telepon nirkabel (wireless). 3G sebagai sebuah solusi nirkabel yang bisa memberikan kecepatan akses : Sebesar 144 kbps untuk kondisi gerak cepat (mobile) Sebesar 384 kbps untuk kondisi berjalan (pedestrian) Sebesar 2 Mbps untuk kondisi static di suatu tempat
HSPA
High Speed Packet Acsess merupakan hasil pengembangan teknologi 3G gelombang pertama Release 99 (R99) sehingga HSPA mampu bekerja jauh lebih cepat bila dibandingkan dengan koneksi R99. Terkait jaringan CDMA ; HSPA dapat disejajarkan dengan Evolution Data Optimized (Ev-Do) yang merupakan perkembangan dari CDMA 2000. Jaringan HSPA sebagian besar tersebar pada spectrum 1.900 MHz dan 2.100 MHz namun beberapa berjalan pada 850 MHz . Spektrum yag lebih besar digunakan karena operator dapat menjangkau area yang lebih luas serta kemampuannya untuk refarming dan realokasi spectrum UHF.
HSPA menyediakan kecepatan transmisi data yang berbeda dalam arus data turun (downlink) HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) dan dalam arus naik (uplink) HSUPA(High Speed Uplink Packet Access), terkait standar pengembangan yang dilakukan Third Generation Partnership Project (3GPP) perkembangan lanjutan HSPA dapat semakin memudahkan akses ke dunia maya karena serat fitur rapi dan canggih sehingga dapat mengurangi biaya transfer data per mega bit.
Wireless LAN
Teknologi Wireless LAN bekerja dengan menggunakan gelombang radio . Awalnya teknologi ini didesain untuk aplikasi perkantoran dalam ruangan. Namun , sekarang WirelessLAN dapat digunakan pada jaringan peer to peer dalam ruangan dan juga point to point di luar ruangan maupun point to multipoint pada aplikasi bridge. Wireless LAN didesain sangat modular dan fleksibel. Jaringan ini juga bisa dioptimalkan pada lingkungan yang berbeda, dapat mengatasi kendala geografis dan rumitnya instalasi kabel. 60000kbps
Broadband
Teknologi internet broadband secara umum didefinisikan sebagai jaringan atau servis internet yang memiliki kecepatan transfer yang tinggi karena lebar jalur data yang besar. Kecepatan transfer yang biasa dijanjikan oleh servis broadband sampai sekitar 128 kbps atau lebih. Jaringan Broadband dapat digunakan oleh banyak kalangan, mulai dari pelajar, pehobi game, sampai dengan kantor – kantor kecil dan kantor cabang yang ingin memiliki koneksi dengan kantor pusatnya yang mrmiliki kecepatan yang cukup tinggi. Teknologi broadband yang paling umum digunakan di Indonesia untuk menghubungkan koneksi internet untuk anda adalah teknologi DSL, teknologi cable dan fixed wireless. Masing – masing media memliki kekurangan dan kelebihan tersendiri.
Agan-sista munkin ada yang sedikit penasarn gimana sih kecepatan akses intranet negara indonesia dengan negara-negara lain di asia???. Setelah ane sedikit browsing di kaskus ane nemuin bahwa Indonesia berada di urutan ke 146 dengan posisi pertama di duduki Hongkong dengan kecepatan 41.59 Mbps.
Data-data tersebut berasal dari NetIndex yang mengolah data dari Speedtest.net. Tentu Anda pernah menggunakan tool pengetes kecepatan internet bukan?. NetIndex memetakan kecepatan internet dunia dari periode Januari 2010 hingga Juli 2012. Di posisi pertama adalah Hongkong dengan 41.58 Mbps dan di posisi terakhir adalah Aljazair (176) dengan 0,95 Mbps.
Dan berikut peringkat 10 besar menurut NetIndex:
1. Hongkong (41.58 Mbps).
2. Korea Selatan (34.15 Mbps).
3. Lituania (32.81 Mbps).
4. Andorra (31.60 Mbps).
5. Singapura (29.89 Mbps).
6. Taiwan (29.34 Mbps).
7. Latvia (28.91 Mbps).
8. Jepang (28.19 Mbps).
9. Belanda (27.10 Mbps).
10. Rumania (26.62 Mbps).
Data yang dihimpun oleh Speedtest.net kurun waktu 22 Juni 22 Juli dari 2.556.623 tes unique IP dari total 32.530.104 tes dan hanya 1.439.747 yang digunakan, maka kecepatan internet Indonesia hanya 2.16 Mbps.
Lantas kota mana di Indonesia yang memiliki kecepatan internet tertinggi? NetIndex mencantumkan Bengkulu di posisi pertama dengan 19.24 Mbps.
Kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta, atau Surabaya, justru jauh dibawah Bengkulu dengan kecepatan internet dibawah 10 Mbps.
Dan bagaimana dengan ISP atau penyedia layanan internet, siapakah yang unggul? Menurut NetIndex, Indosat Internet Service Provider berada di posisi pertama dengan 7.30 Mbps.
Mungkin sekian dulu Info dari ane tentang sejarah hingga kecepatan akses internet sampai saat ini. and ane ucapin banyak terimakasih buat agan-sista sekalian yang dah mau nyimpang and baca-baca tulisan ane :)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar